Ini Yang Terjadi Pada Mood Wanita Saat Haid

Ini Yang Terjadi Pada Mood Wanita Saat Haid

Bigzah – Hampir setiap wanita jadi lebih sensitif saat haid. Satu saat Anda merasa bahagia, di waktu lainnya bisa menangis tersedu-sedu atau meledak marah, kemudian kembali stabil. Semua gejolak emosi ini bisa Anda rasakan bergantian dalam satu hari.

Meski para peneliti tidak tahu persis mengapa perempuan jadi lebih sensitif saat haid, gejolak emosi yang Anda rasakan dicurigai terjadi sebagai efek samping pasang-surut hormon sebelum dan selama siklus menstruasi.

Kira-kira, beginilah rincian perubahan mood yang mungkin Anda alami mulai dari hari pertama haid, selama haid, dan sesudahnya.

Dalam lima hari pertama haid, otak akan secara bertahap memproduksi lebih banyak estrogen dan testosteron yang kemudian merangsang produksi endorfin. Endorfin adalah hormon bahagia yang juga bermanfaat sebagai pereda nyeri alami. Itu sebabnya berbagai gejala PMS akan berangsur hilang selama Anda haid sehingga suasana hati pun meningkat.

Sebaiknya hati-hati saat berhadapan dengan wanita PMS karena mood swingnya membuat mudah tersulut emosi. Perhatikan kata-kata yang diucapkan pada wanita PMS agar tidak menyinggungnya. Kamu bisa baca ini https://ifreeindonesia.com/pssst-kalimat-kalimat-ini-yang-sering-menyulut-emosi-perempuan/ Untuk memperbaiki moodnya kamu juga bisa membantu wanita PMS dengan meringankan sakit haidnya dengan memberikan obat penghilang nyeri atau pad penghilang nyeri https://ifreeindonesia.com/

Di beberapa hari terakhir Anda haid, estrogen akan meningkat drastis sampai 14 hari setelahnya. Ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh memasuki masa subur selanjutnya, sekaligus untuk mempersiapkan rahim berjaga-jaga bila terjadi pembuahan.

Selain menstabilkan suasana hati, peningkatan estrogen selama masa ini juga ikut meningkatkan sejumlah fungsi kognitif otak Anda. Wanita cenderung lebih supel alias mudah bersosialisasi, lebih fokus mengerjakan suatu hal, lebih enerjik, cepat mengambil keputusan, dan lebih bawel menjelang masa suburnya. Gairah seks wanita juga meningkat tajam karena kadar testosteron memuncak tepat sebelum masa subur. Tidak heran banyak wanita yang merasa sangat seksi dan menarik di waktu-waktu ini.

Selama berada di masa paling subur, kebanyakan wanita cenderung lebih tertarik melihat pria yang berwajah maskulin, ungkap sebuah penelitian dari Kinsey Institute di Indiana University. Anda juga cenderung lebih aktif secara seksual, entah itu jadi lebih sering berhubungan seks dengan pasangan atau masturbasi.

Di masa ini, jumlah estrogen Anda masih sangat tinggi. Studi yang sama menunjukkan bahwa peningkatan estrogen ikut memengaruhi bagian otak yang bernama hipocampus, sehingga daya ingat Anda jadi lebih tajam dan Anda juga lebih cepat memproses informasi baru.

Setelah masa subur berakhir dan tidak ada tanda-tanda pembuahan, kadar estrogen dan testosteron akan kembali turun. Mulailah Anda merasakan mood yang naik-turun, meski kadang tidak begitu kentara. Di saat yang bersamaan, penurunan kedua hormon tersebut menyebabkan kerja otak ikut menurun sehingga Anda cenderung lebih mudah lupa dan kurang cakap berkomunikasi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *